ad1

 

Beberapa waktu yang lalu, saya membaca sebuah buku tentang keterbukaan pikiran tentang komunikasi dalam berbubungan. Dalam bab yang didedikasikan untuk emosi, penulis menyatakan bahwa cinta tanpa syarat terjadi antara orang tua dan anak anak mereka saja. Tidak terlalu mengejutkan, saya tahu itu. Tetapi apa yang penulis nyatakan adalah bahwa semuanya tentang hubungan, Kami cinta karena kami mempunyai sebuah alasan untuk melakukan.

Pada pertama. Saya sangat marah dengan pernyataan ini. Apakah kita bener benar cinta terhadap orang tua kita atau teman kita hanya karena ada maksud? Bukankah kita cinta demi cinta?
Tetapi yang lebih saya pikirkan itu, semakin saya memulai memahami sudut pandang sang penulis.

Misalnya, Kebanyakan dari kita mempunyai mantan rekan kerja. Kami biasanya saling menghargai, tetapi pada poin yang sama, sesuatu menyebabkan kita berpisak. Kami berpisah karena ada harapan yang belum terpenuhi, karena perilaku yang tidak dapat diterima atau karena kita tumbuh, dan orang lain tidak melakukannya.

Tapi itu berarti bahwa jika ada alasan mengapa kita berhenti untuk mencintai, ada juga alasan mengapa kita mencintai. Dan pada dikebanyakan kasus, kami cinta terhadap orang karena mereka membuat kita bahagia.

Aturan sederhana ini dari hubungan bahagia dapat diperpanjang ke semua area dari kehidupan kita. Kita memiliki hubungan dengan pekerjaan anda. Musikal memiliki hubungan dengan para penggemarnya. Pembisnis memiliki hubungan dengan para pelanggannya.

Jadi hari ini, saya akan membantu anda untuk memberikan pelanggan anda sebuah alasan baik untuk tetap bersama dengan anda. Saya akan menunjukkan kepada anda bagaimana memenuhi kebutuhan mereka dan bagaimana menignkatkan kepuasan pelanggan. Semuanya ini berterima kasih kepada three Eric Berne’s “ego states”.

 

ad2

 

Ilmu Pengetahuan Eric Berne’s tentang kasih sayang

 

Sebelum kita membuat pelanggan bahagis, marilah kita memahami bagaimana pelanggan dapat jatuh cinta dengan produk anda.

Bertentangan dengan apa yang orang pikirkan, jatuh cinta itu bukanlah masalah takdir. Kami cenderung untuk memiliki perasaan untuk orang, even atau sesuatu yang kompatibel dengan diri kita sendiri dan yang memenuhi kebutuhan kita.

Menurut Eric Berne, ada tiga jenis kebutuhan, yang di dorong oleh tiga “keadaan ego”. Orang tua, anak dan orang dewasa. Theory of Transactional Analysis dari Erice Berne ini bisa dilihat di sini: https://en.wikipedia.org/wiki/Eric_Berne

Orang tua mewakili segala sesuatu yang telah di ajarkan, anak berhubungan dengan emosi anda dan orang dewasa – terhadap semua hal yang pernah anda pelajari.

Mari terjemahkan itu kedalam hubungan dalam Bahasa. Ketika anda bertemu dengan seseorang lain, tidak keadaan ego akan membuat anda bertanya kepada mereka :

Orang tua : Apakah kamu memiliki nilai dan kepercayaan yang sama tentang dunia?
Anak : Apakah kamu bersenang senang bersama? Bisakah anda menjadi spontan?
Anak Dewasa : Apakah satu sama lain berpikir tentang keterangan lain? Apakah anda baik dalam menyelesaikan masalah bersama?

Semakin banyak “ya” yang anda miliki, semakin anda mendapatkan keuntungan dari sebuah hubungan dan semakin besar kemungkinan anda mendekati orang ini.

Misalnya, Marilah bicara untuk melihat pasangan anda.

Anda mungkin membagikan dengan nilai yang sama, benar? Anda menggunakan itu untuk bersenang bersama dan, tentunya, anda berdua membantu di saat momen momen sulit. Itu berarti bahwa terhubung pada ketiga tingkat ego dan mungkin itu hal yang sama berlaku untuk teman dan keluarga anda.

Kabar baik untuk pemilik mereka adalah, anda juga dapat memenuhi kebutuhan dari pelanggan anda. Itu akan membantu anda untuk mendapatkan kepuasan mereka dan membangun kasih sayang terhadap merek kamu.

 

 

3 level dari kepuasan pelanggan

 

Marilah kita ulangi : setiap keadaan ego pelanggan anda mewakili kebutuhan yang berbeda. Untuk meningkatkan kepuasan pelanggan anda (membuat mereka bahagia), anda harus memenuhi setidaknya satu dari mereka. Menurut Vocalcom kepuasan pelanggan dapat ditingkatkan dengan livechat tips seperti di link ini : http://www.vocalcom.com/en/blog/customer-service/10-steps-to-customer-satisfaction-with-live-chat/

Di bawah ini, anda akan menemukan semua tingkat kebutuhan ini di jelaskan : itu akan membantu anda untuk mengevaluasi apa jenis dari keadaan ego yang mendekati anda. Itu juga akan membantu anda untuk melihat bagaimana anda bisa meningkatkan bisnis anda untuk menghubungkan dengan pelanggan anda pada peringkat berbeda.

 

1. Orang Dewasa : kebutuhan yang masuk akal

 

“Akankah anda membantu saya untuk menyelesaikan masalah? Akankan saya mendapat keuntungan dari hubungan ini?”

 

Pada peringkat komunikasi ini, anda perlu untuk memastikan bahwa : produk anda / layanan memenuhi yang pelanggan anda perlukan.
– anda dapat membantu mereka setiap kali mereka memerlukan anda (dukungan pelanggan, dasar pengetahuan).

Jika anda menentukan untuk mengajukan banding ke tingkat kebutuhan ini, anda perlu untuk focus pada manfaat yang dapat anda berikan untuk pelanggan anda.

Misalnya : /Tidak bisa menyebutkan contoh yang mendekati dengan hati saya!/

Mari katankan anda adalah pemilik dari toko online dan anda berpikir tentang bagaimana anda dapat mendapatkan lebih banyak pelanggan, mendapatkan lebih lagi, melunasi utang dan menikmati hidup anda. Anda memasang LiveChat pada situs website anda dan memulai menawarkan juga dukungan online kepada pelanggan anda.

Apa yang bisa anda dapatkan dari hubungan ini :

– Sebuah aplikasi yang akan mengaransi anda lebih dari sekadar sales (sebuah produk / layanan)
– Sebuah dukungan 24 jam sehari dan dalam seminggu dan itu benar benar siap untuk membantu anda kapanpun yang anda butuhkan (customer service)
– dasar pengetahuan sebuah LiveChat (self-service)
– Banyak sekali sumber daya yang membantu anda menjadi pengusaha yang lebih baik (content marketing)

 

ad3

 

2. Anak : Spontan, kebutuhan emosional

 

“Bagaimana saya merasa perasaan saya saat berhubungan dengan anda? Apakah itu asyik?

 

Perusahaan yang memanfaatkan penggunan koneksi ini dengan baik memastikan bahwa pelanggan mereka selalu terhibur, mereka mencoba untuk membebaskan anak batin di pelangggan anda.

Pada tingkat koneksi ini L – produk anda digunakan untuk hiburan (makanan, pakaian, dll)
– anda perlu untuk memastikan pelanggan anda terlibat bahkan ketika mereka tidak menggunakan produk anda (social media, koran, sebuah blog)

Misalnya :

Redbull adalah salah satu dari kebanyakan pencinta minuman berenergi. Itu dikenalkan pertama kali pada 1987 dan sejak awal perusahaan ini terlibat dalam hubungan manis dengan olahraga. Sekarang, Redbull bukan hanya sebagai nama dari minuman, itu adalah sebuah sinonim dari olahraga, pertualangan dan kehidupan.

Apa yang anda dapatkan dari hubungan ini :

– Sebuah dorongan energy di siang hari (mari kita lewatkan bagian kesehatan),
– Banyak inspirasi olahraga dan pertualangan (dokumentasi, video dan wawancara),
– Banyak kesenangan / hiburan yang mendarah darah (media social).

 

 

3. Orang Tua : Kebutuhan atas pemiliknya

 

“Apakah mereka berbagi nilai dengan saya? Apakah mereka mirip dengan saya?”

 

Tingkat koneksi ini sebagian besar digunakan untuk perusahaan dengan indentitas merek kuat. Perusahaan semacam itu menyatakan visi dan betumbuh menjadi sebuah misi yang mereka ingin raih. Mereka membuat menciptakan rasa memiliki ; pelanggan perusahaan berbagi nilai yang sama dan mengindentifikasi dengan mereka.

Misalnya :

Patagonia adalah sebuah perusahaan yang mengalihkan perhatiannya terhadap lingkungan yang menjadi ciri khasnya. Dibangun oleh Yvon Chouinard, sebuah pemanjat tebing Yosemite dan pecinta alam. Ini memberikan tekanan besar pada aktivitas lingkungan hidup dan praktik bisanis yang berkelanjutan.

Apa yang bisa anda dapatkan dari hubungan ini :

– Perlengkapan high-end untuk olahraga dan pakaian luar (produk),
– Kepuasan memakai 100% pakaian ramah lingkungan (cause marketing),
– Inspirasi (documenter yang menunjukkan keindahan dunia, media social).
– Perasaan baik bahwa anda mendukung penyebabnya (perusahaan menyumbangkan satu percen penjualan atau sepuluh persen keuntungan, mana pun yang lebih besar, ke kelompok lingkungan hidup)

 

 

 

Bagaimana meningkatkan kepuasan pelanggan

 

Sebuah hubungan dengan pelanggan yang mirip dari hubungan dengan seorang istri. Terlepas dari kasih sayang yang anda miliki untuk satu sama lain, ini semua tentang kerja keras dan konsisten. Anda bisa meningkatkan kepuasan pelanggan dengan mengantar sebuah produk yang bagus dan layanan pelanggan yang luar biasa dan itu salah satu pekerjaan! Tetapi bagian dari itu, anda tetap perlu untuk focus pada customer-centricity (melakukan bisnis dengan cara yang memberikan pengalaman pelanggan yang positif sebelum dan sesudah penjualan). Anda juga tetap mengumpulkan feedback pelanggan untuk menyadari apa yang anda lakukan sudah benar atau salah.

Tentu saja, dan ada juga keseluruhan pemasaran customer-centric, konten, media social dan pemasaran masyarkat. Anda harus melakukannya juga. Tetapi hal yang baik adalah semakin banyak yang anda berikan, semakin besar pahala. Kepuasan pelanggan memiliki banyak manfaat bisnis yang bisa mengubah semua pekerjaan menjadi sebuah kebutuhan.

Dengan kepuasan pelanggan dapat mendapatkan pelanggan baru lagi dan membantu membangun loyalitas dan meningkatkan nilai seumur hidup dari pelanggan. Ini juga mengurangi kata kata negative dari mulut ke mulut dan membuat anda menonjol dari kompetisi. sumber: ORACLE.COM

Jadi pada waktu berikutnya pikirkan tentang bagaimana meningkatkan kepuasan pelanggan, anda perlu untuk mengingat bahwa itu bekerja di jalan yang sama dan di setiap hubungan. Sukses adalah masalah pekerjaan dan waktu. Tetapi saya harap berkat tingkat kepuasan Eric Berne akan lebih mudah bagi anda untuk memakainya.

Bagaimana Cara Meningkatkan Kepuasan Pelanggan